- Berita
- Madani Business Centre dan Disperindag Jatim Gelar Pelatihan TOT untuk Penguatan Kapasitas Bisnis dan Legalitas UMKM
Madani Business Centre dan Disperindag Jatim Gelar Pelatihan TOT untuk Penguatan Kapasitas Bisnis dan Legalitas UMKM
Habilis, 07/10/2025 22:15 WIB
Jember, Senin 6 Oktober 2025 - Lembaga Madani Business Centre bekerja sama dengan UPT Perlindungan Konsumen Jember, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, sukses menggelar kegiatan bertajuk Business Seminar, Training of Trainer: Teknik Perencanaan Usaha, Penguatan Legalitas, dan Peningkatan Produktivitas yang dilaksanakan di Ruang Pertemuan Letkol Moch. Sroedji Bakorwil V Jember dan diikuti oleh berbagai kalangan, mulai dari pelaku UMKM, pendamping usaha, akademisi, hingga komunitas kewirausahaan. Kegiatan ini menjadi sarana strategis dalam memperkuat kapasitas pelaku usaha agar mampu mengelola bisnis secara profesional dan berkelanjutan. Sinergi antara lembaga pemberdayaan dan instansi pemerintah menjadi kunci penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal yang sehat. Melalui pelatihan ini, peserta diajak memahami aspek penting dalam perencanaan, legalitas, dan peningkatan produktivitas usaha. Pendekatan Training of Trainer (ToT) yang digunakan memungkinkan para peserta untuk menularkan pengetahuan yang diperoleh ke lingkungan usaha mereka masing-masing. Kegiatan ini juga menunjukkan komitmen Madani Business Centre dalam memperluas dampak pemberdayaan ekonomi melalui edukasi kewirausahaan yang terarah.
Sesi pertama menghadirkan Bapak Arif, S.Sos., M.AP,
Ketua Yayasan Habilis Indonesia Madani, yang membawakan materi bertema Business Plan. Dalam
paparannya, beliau menjelaskan bahwa business
plan merupakan dokumen penting yang menjadi fondasi setiap langkah
usaha, mulai dari ide, pelaksanaan, hingga evaluasi. Bapak Arif menekankan
bahwa perencanaan bisnis bukan sekadar formalitas administratif, melainkan alat
kendali untuk menjaga arah dan keberlanjutan bisnis. Ia menguraikan konsep 5W + 1H sebagai panduan
praktis bagi pelaku usaha dalam merumuskan ide secara komprehensif meliputi
aspek produk, alasan usaha dijalankan, target pembeli, waktu, lokasi, hingga
strategi produksi. Selain itu, ia menekankan pentingnya keunikan dan inovasi
sebagai daya tarik utama bagi calon konsumen maupun investor. Bapak Arif juga
menyoroti pentingnya perencanaan keuangan, termasuk penghitungan modal awal,
biaya rutin, dan target pendapatan. Seluruh unsur tersebut saling terhubung dan
menjadi dasar utama dalam membangun usaha yang tangguh, produktif, dan
berkelanjutan.
Pada sesi berikutnya, Nisa Masitho, S.Sos.,
staf dari UPT
Perlindungan Konsumen Jember, Disperindag Provinsi Jawa Timur,
menyampaikan materi berjudul Training
of Trainer: Perizinan dan Legalitas Usaha UMKM. Dalam materinya,
Nisa menekankan bahwa aspek legalitas usaha menjadi kunci utama dalam
menciptakan bisnis yang kredibel dan berdaya saing. Ia menjelaskan berbagai
bentuk legalitas yang perlu dimiliki oleh pelaku UMKM seperti NIB (Nomor Induk
Berusaha), SPP-IRT (Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga), hingga
sertifikat halal sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku. Menurutnya,
legalitas usaha tidak hanya menjamin keamanan konsumen, tetapi juga membuka
peluang bagi pelaku usaha untuk mengakses permodalan dan pasar yang lebih luas.
Ia juga menekankan bahwa pelaku usaha perlu menjunjung transparansi dan
tanggung jawab dalam setiap aktivitas bisnisnya. Dengan pendekatan interaktif,
Nisa memberikan panduan teknis pengurusan perizinan yang mudah dipahami
peserta. Materi ini memperkaya wawasan peserta mengenai pentingnya kepatuhan
terhadap regulasi sebagai bagian dari tata kelola usaha yang baik.
Dalam sesi lanjutan, Nisa juga membahas kaitan erat antara legalitas dan peningkatan produktivitas usaha, pelaku UMKM yang memiliki perizinan lengkap akan lebih mudah mengembangkan bisnisnya secara berkelanjutan dan dipercaya konsumen. Selain itu, mendorong peserta untuk memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana meningkatkan efisiensi dan visibilitas usaha. Nisa juga menegaskan bahwa legalitas tidak hanya sekadar dokumen, tetapi merupakan identitas profesionalisme seorang pelaku usaha. Melalui pendekatan Training of Trainer, peserta diharapkan mampu menjadi agen perubahan dalam mendampingi komunitas dan jaringan usaha di sekitarnya. Pelatihan ini pun menciptakan semangat kolaboratif yang mendorong lahirnya wirausahawan yang patuh hukum dan inovatif.
Melalui kombinasi ini, peserta memperoleh pemahaman yang utuh tentang bagaimana membangun bisnis yang kuat dari sisi manajerial sekaligus aman secara hukum. Materi yang disampaikan juga relevan dengan kondisi dunia usaha saat ini yang menuntut kecepatan adaptasi dan kepastian legalitas. Kolaborasi antara lembaga sosial dan pemerintah dalam kegiatan ini menjadi contoh konkret sinergi lintas sektor dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kegiatan ini berhasil menciptakan atmosfer belajar yang dinamis, inspiratif, dan berorientasi pada perubahan nyata.
Menutup kegiatan, pihak
penyelenggara menyampaikan bahwa pelatihan serupa akan terus dikembangkan
secara berkala untuk memperluas jangkauan dan manfaatnya bagi pelaku usaha di
wilayah Jember dan sekitarnya. Program ini menjadi bagian dari komitmen bersama
dalam mendukung tumbuhnya UMKM yang mandiri, beretika, dan siap bersaing di
pasar modern. Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir wirausahawan yang tidak
hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memiliki kesadaran hukum dan
tanggung jawab sosial. Madani Business Centre bersama Disperindag Jatim akan
terus bersinergi dalam mengembangkan kapasitas sumber daya manusia di bidang
kewirausahaan. Dengan semangat pemberdayaan dan profesionalisme, kegiatan ini
menegaskan bahwa kemandirian ekonomi dapat terwujud melalui pengetahuan,
kolaborasi, dan legalitas yang kuat.

Komentar (0)
Tinggalkan Komentar