• Beranda
  • Berita
  • Ragam Aktivitas
  • Lembaga
    • Habilis Rehabilitation Centre
      • Profile Lembaga
      • Ruang Lingkup
      • Formulir Pendaftaran
      • Tentang Kami
    • Jember Research Development Center
      • Profile Lembaga
      • Ruang Lingkup
      • Tentang Kami
    • Lembaga Bantuan Hukum
      • Profile Lembaga
      • Program Layanan
      • Formulir Pendaftaran
      • Informasi Produk Hukum
      • Keuntungan
      • Tentang Kami
    • Habilis Tredpaction Centre
      • Profile Lembaga
      • Program Layanan
      • Program Pemberdayaan
      • List Paket Training
      • Tentang Kami
    • Madani Business Centre
      • Profile Lembaga
      • Produk Hasil Pemberdayaan
      • List Produk
      • Info Pemesanan
      • Tentang Kami
  • Tentang Kami
    • Profile Yayasan
    • Kerja Sama
    • Fasilitas
  • Indonesia
    • English
Login
  1. Berita
  2. Strategi Konservasi Berbasis Masyarakat sebagai Mitigasi Banjir Musiman di Wilayah Penyangga Taman Nasional Meru Betiri

Strategi Konservasi Berbasis Masyarakat sebagai Mitigasi Banjir Musiman di Wilayah Penyangga Taman Nasional Meru Betiri

Habilis, 24/01/2026 11:24 WIB

Jember - Kamis, 11 Desember 2025. Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) mengenai strategi konservasi berbasis masyarakat digelar sebagai upaya mitigasi banjir musiman di wilayah penyangga kawasan konservasi. Acara ini berlangsung di Desa Wonoasri, Kabupaten Tempurejo, dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Forum diskusi ini menjadi ruang dialog terbuka antara masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, dan pengelola kawasan konservasi. Permasalahan banjir musiman yang kerap terjadi menjadi latar belakang utama pelaksanaan kegiatan ini. Melalui FGD, peserta diajak untuk mengidentifikasi penyebab banjir sekaligus merumuskan solusi berbasis kearifan lokal. Diskusi berjalan interaktif dengan partisipasi aktif dari warga desa setempat. Kegiatan ini diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi konkret yang dapat diterapkan secara berkelanjutan.



FGD ini merupakan bentuk sinergi antara Yayasan Habilis Indonesia Madani bersama pihak Taman Nasional Meru Betiri. Kolaborasi tersebut menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga keseimbangan ekosistem kawasan penyangga. Kehadiran berbagai unsur menunjukkan komitmen bersama dalam upaya pelestarian lingkungan. Forum ini juga menjadi sarana memperkuat komunikasi antara pengelola taman nasional dan masyarakat sekitar. Isu konservasi tidak hanya dibahas dari sisi teknis, tetapi juga dari aspek sosial dan ekonomi warga. Pendekatan partisipatif dinilai mampu meningkatkan rasa kepemilikan masyarakat terhadap lingkungan. Dengan demikian, upaya mitigasi bencana dapat dilakukan secara kolektif dan berkelanjutan.

Ketua Yayasan Habilis Indonesia Madani, Arif, S.Sos., M.AP, menekankan bahwa konservasi tidak dapat berjalan tanpa keterlibatan masyarakat. Ia menyampaikan bahwa masyarakat merupakan aktor utama yang berinteraksi langsung dengan lingkungan sehari-hari. “Konservasi berbasis masyarakat adalah kunci utama untuk mencegah banjir musiman yang terus berulang,” ujarnya pada Kamis (11/12/1015). Menurutnya, perubahan perilaku dalam pengelolaan lahan dan sumber daya air sangat menentukan keberhasilan mitigasi. Ia juga menegaskan pentingnya edukasi lingkungan yang berkelanjutan bagi warga desa. Yayasan Habilis Indonesia Madani berkomitmen untuk terus mendampingi masyarakat dalam proses tersebut. Pendampingan ini diharapkan mampu menciptakan keseimbangan antara kebutuhan ekonomi dan kelestarian alam.

Perwakilan dari Taman Nasional Meru Betiri, Bapak Ali Purwanto, turut menyampaikan pandangannya dalam forum tersebut. Ia menyebut bahwa wilayah penyangga memiliki peran strategis dalam menjaga ekosistem taman nasional. “Jika wilayah penyangga dikelola dengan baik oleh masyarakat, maka kawasan inti taman nasional juga akan terlindungi,” ungkap Ali Purwanto pada Kamis (11/12/1015). Ia menambahkan bahwa banjir musiman merupakan indikator adanya tekanan terhadap lingkungan. Oleh karena itu, upaya mitigasi harus dilakukan sejak dari tingkat desa. Pihak taman nasional siap mendukung program konservasi yang melibatkan masyarakat secara aktif. Sinergi lintas lembaga dianggap sebagai langkah efektif dalam menghadapi tantangan lingkungan.


Salah satu warga Desa Wonoasri yang mengikuti FGD, Sumarno, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut. Ia merasa dilibatkan secara langsung dalam pembahasan masalah lingkungan di desanya. “Selama ini kami hanya merasakan dampaknya, tapi jarang diajak berdiskusi untuk mencari solusi,” kata Sumarno. Menurutnya, FGD ini membuka wawasan baru tentang pentingnya menjaga lingkungan sekitar. Ia juga menyadari bahwa tindakan kecil masyarakat dapat berdampak besar terhadap pencegahan banjir. Sumarno berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara rutin. Dengan demikian, kesadaran masyarakat terhadap konservasi dapat terus meningkat.


Melalui kegiatan FGD ini, diharapkan terbangun komitmen bersama antara masyarakat dan pemangku kepentingan. Sinergi antara Yayasan Habilis Indonesia Madani dan Taman Nasional Meru Betiri menjadi contoh kolaborasi yang konstruktif. Upaya mitigasi banjir musiman membutuhkan kerja sama jangka panjang dan konsisten. Masyarakat desa diharapkan menjadi garda terdepan dalam menjaga wilayah penyangga. Dengan dukungan berbagai pihak, konservasi berbasis masyarakat dapat berjalan efektif. Forum ini menjadi langkah awal menuju pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan. Ke depan, hasil FGD diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi kelestarian alam dan kesejahteraan masyarakat.


Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

Ikuti berita kami

Masukkan email Anda dan klik Subscribe untuk update berita terbaru dari kami!

H I M

Jalan Cumi-Cumi Dusun Ampo
Dukuhmencek, Sukorambi
Jember

Phone: +62 812 4684 1187
Email: admin@habilisindonesiamadani.id

Lembaga

  • Habilis Rehabilitation Centre
  • Lembaga Bantuan Hukum
  • Habilis Tredpaction Centre
  • Madani Bisnis Centre
  • Jember Riset Development Centre

Media Sosial

© Copyright Habilis Indonesia Madani. All Rights Reserved
Designed by Team IT Habilis Indonesia Madani