• Beranda
  • Berita
  • Ragam Aktivitas
  • Lembaga
    • Habilis Rehabilitation Centre
      • Profile Lembaga
      • Ruang Lingkup
      • Formulir Pendaftaran
      • Tentang Kami
    • Jember Research Development Center
      • Profile Lembaga
      • Ruang Lingkup
      • Tentang Kami
    • Lembaga Bantuan Hukum
      • Profile Lembaga
      • Program Layanan
      • Formulir Pendaftaran
      • Informasi Produk Hukum
      • Keuntungan
      • Tentang Kami
    • Habilis Tredpaction Centre
      • Profile Lembaga
      • Program Layanan
      • Program Pemberdayaan
      • List Paket Training
      • Tentang Kami
    • Madani Business Centre
      • Profile Lembaga
      • Produk Hasil Pemberdayaan
      • List Produk
      • Info Pemesanan
      • Tentang Kami
  • Tentang Kami
    • Profile Yayasan
    • Kerja Sama
    • Fasilitas
  • Indonesia
    • English
Login
  1. Berita
  2. Verifikasi dan Asistensi Tingkat Tapak Indonesia's FOLU Net Sink 2030 di Taman Nasional Meru Betiri

Verifikasi dan Asistensi Tingkat Tapak Indonesia's FOLU Net Sink 2030 di Taman Nasional Meru Betiri

Habilis, 15/04/2026 19:27 WIB

Jember - Selasa, 14 April 2026.  Upaya penguatan komitmen terhadap pengendalian perubahan iklim melalui program Indonesia's FOLU Net Sink 2030 terus bergerak di tingkat tapak. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan verifikasi dan asistensi yang dilaksanakan di Desa Sanenrejo, Kecamatan Tempurejo, Kabupaten Jember, yang menjadi bagian dari kawasan penyangga Taman Nasional Meru Betiri.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari usulan proposal yang diajukan oleh Pusat Pengembangan Kampung SDGs Indonesia dengan judul “Program Peningkatan Serapan Karbon di Wilayah Taman Nasional Meru Betiri Melalui Rehabilitasi Lahan Kritis Berbasis Potensi dan Kearifan Lokal.” Program tersebut direncanakan akan dilaksanakan di lahan seluas 217,86 hektar dengan melibatkan 8 kelompok masyarakat pemberdaya yang terdiri dari 328 petani, tersebar di tiga desa penyangga, yakni Desa Wonoasri, Desa Sanenrejo, dan Desa Andongrejo.

Kunjungan verifikasi lapangan yang dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua FOLU Net Sink Indonesia, Bapak Fahrizal Fitri, S.Hut., MP (Staf Ahli Menteri Kehutanan, Bidang Hubungan Antara Lembaga Pusat dan Daerah), Bapak Dr. Ir. Wiratno, M.Sc (Dirjen KSDAE 2019-2021), Bapak RM. Wiwied Widodo, S.Hut., M.Si (Kepala Balai Taman Nasional Meru Betiri), Bapak KH. M. Misbahus Salam, M.Pd.I (Ketua Dewan Pemina, Pusat Pengembangan Kampung SDGs Indonesia), Bapak Arif, S.Sos., M.AP (Direktur Pusat Pengembangan Kampung SDGs Indonesia), dan Bapak Sutikno (Kepala Desa Sanenrejo).

Verifikasi lapangan dilakukan dengan meninjau langsung lokasi rencana rehabilitasi, yaitu lahan Kelompok Aren Barat 2 dan Kelompok Aren Barat 5. Kondisi lahan yang curam menjadi perhatian penting dalam program perencanaan ke depan.

Setelah peninjauan lapangan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi bersama di Balai Desa Sanenrejo yang melibatkan perwakilan kelompok masyarakat petani serta pihak pengusaha yang siap menampung hasil produksi pertanian. Diskusi berlangsung dinamis, membahas strategi implementasi rencana program hingga peluang ekonomi masyarakat.

Kepala Desa Sanenrejo, Sutikno, dalam Berbagainya menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini. Ia menilai rencana program tersebut tidak hanya berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga menjadi langkah preventif dalam mengurangi risiko bencana alam di wilayahnya.

Direktur Pusat Pengembangan Kampung SDGs Indonesia, Bapak Arif, S.Sos., M.AP, dalam paparannya menjelaskan latar belakang program dengan menegaskan, "Pendampingan mahasiswa magang kolaboratif yang ditempatkan di Desa Sanenrejo selama satu bulan untuk mengidentifikasi potensi, permasalahan, dan ekosistem yang dikaji. Pada satu sisi dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, tetapi disisi lain justru dapat membantu untuk melanjutkan konservasi hutan, sehingga program ini hadir untuk mengatasi permalasahan yang dapat menumbuhkan tumbuh-tumbuhan hutan secara, denganani tanaman jangka pendek, jangka pendek menengah, dan jangka panjang." katanya pada Selasa (14/4/2026).


Sementara itu, Bapak Dr. Ir. Wiratno, M.Sc. serta memberikan gambaran mengenai kondisi lahan dan pentingnya menjaga fungsi ekosistem. Ia menekankan perlunya upaya pemulihan yang berkelanjutan agar keseimbangan lingkungan tetap terjaga.


Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Pusat Pengembangan Kampung SDGs Indonesia, Bapak KH. M. Misbahus Salam, M.Pd.I, serta memberikan refleksi mendalam terkait kondisi lingkungan. Ia menyampaikan, “Kerusakan daratan, lautan, termasuk gunung-gunung ini bukan karena kedzaliman Allah, bukan karena Allah membenci kita, ini merupakan masalah karena tangan-tangan manusia yang merusak hutan. Baiknya kita mulai peduli dan sadar mengenai kondisi saat ini, karena kalau kita peduli, kita jaga, semoga membawa kemaslahatan bagi masyarakat.” ungkapnya pada Selasa (14/4/2026).

Ketua Indonesia's FOLU Net Sink, Bapak Fahrizal Fitri,S.Hut., MP, juga menekankan pentingnya kehati-hatian dalam pengelolaan lahan. Ia menjelaskan, "Kunjungan kami di Desa Sanenrejo dalam rangka untuk melakukan pengecekan kondisi lapangan. Hal ini bermula dari PPKSI yang mengajukan proposal ke FOLU Net Sink untuk kegiatan rehabilitasi, dan lokasi tersebut ada pada kawasan konservasi Taman Nasional Meru Betiri. Kemudian, lokasi yang kami kunjungi ternyata sangat miring, semoga di sini belum ada kejadian bencana banjir, tanah longsor, sehingga tidak mengalami kerugian. Sebelumnya sudah ada beberapa kejadian di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Karena kejadian tersebut, harus ada kesadaran diri agar kejadian seperti itu tidak terjadi kepada kita. semua harus dipertimbangkan. jangan hanya mempertimbangkan 'kita dapat uang' tetapi perlu mempertimbangkan juga hal-hal yang dapat membahayakan diri kita. untuk menghindari hal tersebut, mulailah diubah dengan menanam tanaman-tanaman keras." Jelasnya pada Selasa (14/4/2026).


Antusiasme masyarakat terlihat jelas dalam sesi diskusi. Para perwakilan petani turut menyampaikan pertanyaan dan berdiskusi terkait pengelolaan lahan. Salah satu perwakilan petani, Suparto, menyatakan dukungannya terhadap rencana program ini, khususnya dalam upaya penggantian tanaman Pueraria Javanica secara bertahap dengan tanaman keras yang lebih potensial untuk menjaga lingkungan dan bernilai jangka panjang. Perwakilan dari dunia usaha juga hadir dalam kegiatan tersebut dan menyatakan kesiapan mereka untuk menampung serta mendukung pemasaran hasil panen para petani sebagai bagian dari program keberlanjutan.


Melalui kegiatan verifikasi dan asistensi ini, diharapkan program FOLU Net Sink 2030 dapat diimplementasikan secara tepat sasaran, tidak hanya dalam meningkatkan serapan karbon, tetapi juga memperkuat ketahanan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat di kawasan penyangga Taman Nasional Meru Betiri.

Komentar (0)

Tinggalkan Komentar

Ikuti berita kami

Masukkan email Anda dan klik Subscribe untuk update berita terbaru dari kami!

H I M

Jalan Cumi-Cumi Dusun Ampo
Dukuhmencek, Sukorambi
Jember

Phone: +62 812 4684 1187
Email: admin@habilisindonesiamadani.id

Lembaga

  • Habilis Rehabilitation Centre
  • Lembaga Bantuan Hukum
  • Habilis Tredpaction Centre
  • Madani Bisnis Centre
  • Jember Riset Development Centre

Media Sosial

© Copyright Habilis Indonesia Madani. All Rights Reserved
Designed by Team IT Habilis Indonesia Madani