- Berita
- Mini Outbound SDGs di Pantai Bandealit, Upaya Menguatkan Kapasitas dan Kepedulian Relawan
Mini Outbound SDGs di Pantai Bandealit, Upaya Menguatkan Kapasitas dan Kepedulian Relawan
Habilis, 05/05/2026 17:47 WIB
Jember - Jum'at, 1 Mei 2026. Jember — Upaya penguatan kapasitas relawan terus dilakukan melalui pendekatan inovatif dan aplikatif. Pusat Pengembangan Kampung SDGs Indonesia (PPKSI) bersinergi dengan Yayasan Habilis Indonesia Madani menggelar kegiatan mini outbound bertajuk penguatan kapasitas relawan berbasis lingkungan dan SDGs di Pantai Bandealit, Taman Nasional Meru Betiri, pada 1–3 Mei 2026.
Kegiatan ini dirancang sebagai ruang belajar interaktif di alam terbuka yang menggabungkan team building, penguatan kepemimpinan, serta edukasi lingkungan. Para relawan tidak hanya mendapatkan materi secara teoritis, tetapi juga diajak untuk belajar langsung melalui praktik (learning by doing), sehingga nilai-nilai pembangunan berkelanjutan dapat lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan nyata.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti berbagai rangkaian aktivitas seperti ice breaking, permainan outbound berbasis pemecahan masalah, simulasi kolaborasi SDGs, hingga diskusi reflektif dan edukasi lingkungan di kawasan pesisir. Fokus utama kegiatan ini adalah meningkatkan kemampuan komunikasi, kerja sama tim, serta kepemimpinan relawan dalam konteks pembangunan berkelanjutan.
Kegiatan ini juga menghadirkan sejumlah tokoh penting yang memberikan penguatan perspektif, di antaranya Ketua Dewan Pembina PPKSI KH. M. Misbahus Salam, M.Pd.I, Direktur PPKSI Arif, S.Sos., M.AP., serta Aktivis Perhutanan Sosial, Bapak Edy.
Dalam pemaparannya, KH. M. Misbahus Salam menekankan pentingnya menjaga hutan sebagai amanah bersama. “Hutan ini perlu dijaga, bukan hanya sebagai kekayaan alam, tetapi sebagai amanah yang harus kita rawat bersama demi keberlangsungan kehidupan dan keseimbangan lingkungan,” ujarnya (Sabtu, 2/05/2026).
Sementara itu, Direktur PPKSI, Arif, S.Sos., M.AP., menyoroti peran hutan dalam pembangunan berkelanjutan. “Pengelolaan hutan yang berkelanjutan adalah bagian penting dari pencapaian SDGs. Relawan harus mampu menjadi agen perubahan yang mengintegrasikan nilai lingkungan dalam setiap kegiatan pemberdayaan masyarakat,” jelasnya (Sabtu, 2/05/2026).
Senada dengan itu, Aktivis Perhutanan Sosial, Bapak Edy, mengajak peserta untuk lebih dekat dengan realitas lapangan. “Hutan tidak cukup hanya dipahami secara teori. Kita harus turun langsung, memahami ekosistemnya, dan berkolaborasi dengan masyarakat agar keberlanjutan benar-benar terwujud,” ungkapnya (Sabtu, 2/05/2026).
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbentuk relawan yang tidak hanya memiliki kapasitas kepemimpinan dan kerja tim yang kuat, tetapi juga memiliki kesadaran ekologis serta komitmen dalam mendukung pembangunan berkelanjutan berbasis masyarakat. Mini outbound ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat jejaring relawan sekaligus mendorong kontribusi aktif mereka dalam menjaga lingkungan dan mengimplementasikan nilai-nilai SDGs di tingkat masyarakat.

Komentar (0)
Tinggalkan Komentar